Manufaktur baterai kendaraan listrik (EV) telah muncul sebagai aplikasi pertumbuhan terbesar tunggal bagi mesin las laser, dengan ekspansi kapasitas produksi global yang mendorong permintaan belum pernah terjadi sebelumnya terhadap peralatan pengelasan berkecepatan tinggi dan andal tinggi. Perakitan sel baterai silinder memerlukan pengelasan kabel penghubung positif dan negatif ke terminal sel, di mana kualitas las secara langsung memengaruhi resistansi internal dan masa pakai siklus jangka panjang. Mesin las laser yang dilengkapi sumber laser pulsa berdaya 500 W hingga 1.500 W mampu menghasilkan las konsisten antara kabel penghubung dan terminal dengan kedalaman penetrasi yang dikendalikan dalam rentang plus-minus 0,03 mm—presisi yang mustahil dicapai dengan pengelasan tahanan konvensional tanpa risiko merusak komponen internal sel. Pengelasan kabel penghubung sel baterai tipe pouch menuntut presisi yang bahkan lebih tinggi, karena kabel penghubung aluminium atau tembaga umumnya memiliki ketebalan 0,1 mm hingga 0,3 mm dan harus dilas ke kolektor arus sel tanpa menembus foil tipis atau menghasilkan percikan (spatter) yang dapat menyebabkan korsleting internal. Mesin las laser dengan kemampuan pembentukan pulsa (pulse shaping) memberikan pulsa pemanasan awal berdaya rendah untuk membersihkan permukaan, diikuti pulsa pengelasan berdaya tinggi, dan akhirnya pulsa pendinginan untuk mengendalikan proses pembekuan, sehingga mencapai kekuatan las yang melebihi 95 persen dari kekuatan bahan dasar. Pengelasan busbar—di mana sel-sel baterai dihubungkan dalam konfigurasi seri dan paralel di dalam suatu modul—melibatkan pengelasan batang tembaga atau aluminium tebal ke terminal sel. Reflektivitas tinggi tembaga pada panjang gelombang 1070 nm menuntut mesin las laser dengan daya minimal 2.000 watt atau pola osilasi berkas khusus guna mencapai penetrasi las yang konsisten. Untuk pengelasan tumpukan elektroda baterai, telah dikembangkan proses las yang kokoh dan dapat diulang untuk mengelas tumpukan 50 foil tembaga, baik secara terpisah maupun ke busbar tembaga setebal 0,5 mm, dengan verifikasi hasil las berdasarkan metrik kunci seperti geometri las, porositas, dan resistivitas. Proses las laser untuk aplikasi baterai harus mencapai resistansi listrik rendah di bawah 100 mikro-ohm guna meminimalkan kehilangan energi dalam aplikasi berdaya tinggi. Sistem las laser otomatis dengan panduan visi dan robot 6-sumbu mencapai pengulangan hingga ±0,02 mm, memungkinkan pengelasan 3D kompleks pada komponen modul baterai. Sistem-sistem ini mengurangi biaya tenaga kerja serta menjamin konsistensi kualitas las pada ribuan sambungan identik per paket baterai. Sistem las laser Kelas 1 berpenutup penuh menjamin operasi aman di lingkungan produksi biasa, sekaligus memenuhi persyaratan keselamatan fasilitas manufaktur baterai. Mesin las laser kami telah diterapkan di pabrik-pabrik baterai berskala giga (gigafactories) di seluruh dunia, mendukung produksi sel lithium-ion untuk kendaraan listrik, peralatan listrik portabel (power tools), dan sistem penyimpanan energi stasioner. Hubungi kami untuk membahas kebutuhan pengelasan baterai Anda dan menerima rekomendasi mesin spesifik berdasarkan aplikasi.